Saturday, April 23, 2016

Kelap-Kelip Bintang di Langit



Turbulensi udara yang biasa kita kenal dengan angin, tidak menimbukan pengaruh apa pun terhadap gelombang cahaya. Karena cahaya bergerak dengan kecepatan lebih dari satu miliar kilometer per jam, dan ia tidak peduli dengan udara yang mengamuk dalam wujud badai yang berkecepatan 160 kolimetar per jam. Yang mendistorsi gelombang cahaya adalah perbedaan temperatur udara, bukan perbedaan kecepatan.
Jelas bahwa temperatur bumi tidak sama rata. Selain iklim yang bervariasi, temperatur udara pun juga bervariasi menurut ketinggian. Belum lagi jika kita memperhitungkan pergolakan dahsyat udara panas yang ditimbulkan oleh daratan yang terpanasi  sang surya, dan juga dari pabrik-pakrik. Cahaya dari bintang harus melalui berbagai serangkaian penghalang yang berupa lapisan-lapisan udara yang memiliki perbedaan temperatur. Kalaupun turbulensi berperan, itu ketika sebagian angin mengubah-ngubah pola perbedaan  temperatur udara.
Ketika cahaya melalui medium yang transparan, seperti  udara, air, atau kaca, akan mengalami perubahan arah, yang disebut sebagai pembiasan cahaya. Itu sebabnya sepasang lempengan kaca atau plastik didepan mata dapat mengoreksi cahaya yang gagal jatuh ke retina. Akan tetapi besar pembelokan oleh medium transparan bergantung pada susunan atom-atomnya. Udara, misalnya membelokkan cahaya lebih sedikit dari pada kaca. Udara hangat lebih sedikit membelokkan cahaya dari pada udara dingin atau sejuk. Walaupun atom-atom dalam udara hangat dan udara dingin sama saja, diudara hangat kerapatan cahaya lebih renggang dibandingkan dengan udara dingin. Oleh sebab itu, udara hangat tidak terlalu kuat untuk membelokkan cahaya. Ini sama seperti pertemuan udara hangat dengan udara dingin yang dapat membelokkan gelombang bunyi.
Bintang manapun, kecuali matahari, terletak sangat jauh,  sehingga kita hanya melihat sebagai titik tuggal yang sempurna dilagit, titik geometris tanpa ukuran sama sekali, bahkan jika diamati menggunakan teleskop sangat kuat. Seolah-olah bintang hanya mengantarkan seberkas cahaya tunggal ke mata kita. Ketika berkas cahaya tersebut sampai ke mata kita melalui atmosfer, berkas tersebut meliuk-liuk dan terhamburkan ketika melewati udara dengan beragam temperatur dan berbagai kekuatan pembelokan. Setiap kali cahaya terhamburkan, untuk sekejap seolah-olah bintang menghilang dari pandangan kita. Waktu berkas yang sama terpancarkan lagi kemata kita, bintang itu tampak lagi. Oleh sebab itulah ketika kita melihat bintang, bintang akan tampak berkelap-kelip.
Untuk objek tampak besar seperti matahari dan bulan, penghamburan berkas-berkas cahaya tidak berpengaruh, karena berkas yang terbelokkan ke mata kita sama besar dengan berkas cahaya yang terbelokkan menjauh dari mata kita, maka citra yang tertangkap kelihatan ajeg.
Planet-planet sepintas tampak seperti titik cahaya seperti bintang, padahal bukan. Bahkan dengan teropong sederhana (binocular) mereka akan tampak sebagai piringan. Maka alasan mereka tidak berkelap-kelip sama seperti matahari dan bulan. Meskipun sebagian cahaya terhamburan menjauhi dari mata kita, yang sampai ke mata  kita cukup banyak sehingga kita akan selalu melihatnya dengan jelas, tanpa berkelap-kelip.



Silahkan kunjungi blog kami blogmubarok.blogspot.com untuk mencari beberapa artikel yang menarik, dan bagaimana fisika dan islam menjawab beberapa pertanyaan yang unik dan mengesankan...


No comments:

Post a Comment