Tuesday, September 6, 2016

JEMBATAN SEMANGGI



Mengapa persimpangan dijalan raya dan jalan bebas harus dibuat begitu rumit dengan lengkungan-lengkungan, tanjakan, dan turunan?
Rancangan ini dimaksud untuk memperlancar arus lalu lintas. Jembatan semanggi memungkinkan orang belok kanan tanpa memotong pengguna jalan dari arah depan. Ini semacam ilmu ukur sederhana.
Ketika jalan raya dan jalan bebas hambatan mulai dibuat, upaya insinyur harus membayangkan cara mengalirkan lalu lintas dari jalan raya yang satu ke jalan raya yang bersilangan tanpa menghentikan lalu lintas yang berlawanan. Oleh sebab di Indonesia kendaraan berjalan sebelah kiri, maka belok kiri bukanlah suatu masalah. Kita bisa langsung masuk kejalur ke luar dari jalan lurus, langsung belok kiri. Akan tetapi tidak demikian halnya jika ingin belok kanan, karena kita harus memotong arus lalu lintas dari arah depan dan tabrakan dipersimpangan cukup dibayangkan saja, jangan dipraktikkan.
Oleh sebab itu mereka para insinyur dan para aparat pemerintahan membuat jembatan semanggi. Melalui rancangan seperti ini, kita dapat belok atau berputar sebesar 90 derajat ke arah kanan sama dengan berputar 270 derajat ke arah kiri.
Sekarang coba bayangkan, sebuah lingkaran penuh 360 derajat, jika berputar 360 derajat, maka sama dengan kembali ke arah semula. Apabila dua buah jalan raya bersilangan saling tegak lurus, belok kanan berarti berputar 90 derajat ke arah kanan. Akan tetapi kita juga mendapatkan hasil yang sama dengan memutar tiga kali kearah kiri, masing-masing sebanyak 90 derajat. Ini sama dengan ketika kita ingin belok kanan di jalanan perkotaan tetapi menjumpai tanda “dilarang belok kanan”, apa yang harus kita perbuat? biasanya dipersimpangan berikutnya kita dapat belok kiri tiga kali sampai masuk kejalan yang dikehendaki. Inilah yang terjadi pada jembatan semanggi, Rancangan membuat kita berputar 270 derajat mengitari tiga perempatan sebuah lingkaran, sampai menyilang entah ke atas atau ke bawah lintasan arus lalu lintas yang berlawanan, sesuai dengan keperluan, situasi dan kondisi.
Sebuah jembatan semanggi (highway interchange) adalah sebuah jembatan layang dengan rancangan berdaun empat, bukan dua atau tiga, karena ada empat arah arus yang berada yaitu arah utara, selatan, timur dan barat, masing-masing harus bisa belok kanan.

Silahkan kunjungi blog kami blogmubarok.blogspot.com untuk mencari beberapa artikel yang menarik, dan bagaimana fisika dan islam menjawab beberapa pertanyaan yang unik dan mengesankan...

No comments:

Post a Comment