Saturday, August 27, 2016

ISLAM NUSANTARA


Apa sih sebenarnya arti dari islam nusantara ? banyak dari kita yang masih bingung dengan makna dari islam nusantara, dan bahkan ada yang mengatakan bahwa islam yang diambil dari campur aduk agama islam dengan agama yang lainnya, yang pernah ada di nusantara seperti budha dan hindu. Mungkin bagi sebagian besar kalangan yang tidak pernah mendalami ilmu agama di dalam pesantren merasa kaget sengan istilah “islam nusantara”, karena sebagian besar dari mereka tidak mengerti dengan idhofah (penyandaran) yang memiliki berbagai makna, dalam arti mengetahui kata islam yang disandarkan dengan kata nusantara.
KH. A.Mustofa Bisri atau Gus Mus (Rais 'Aam PBNU) memberikan perumpamaan tentang istilah “islam nusantara” seperti “air gelas”. apakah maknanya
airnya gelas, atau air yang digelas, atau air dari gelas, atau bahkan gelas dari air. Secara sederhana, Gus Mus menjelaskan maksud Islam Nusantara yakni Islam yang ada di Indonesia dari dulu hingga sekarang yang diajarkan Walisongo.
“Islam ngono iku seng digoleki wong kono (Islam seperti itu yang dicari orang sana), Islam yang damai, guyub (rukun), ora petentengan (tidak mentang-mentang), dan yang rahmatan lil ‘alamin”.
Walisongo memiliki ajaran-ajaran Islam yang mereka pahami secara betul dari ajaran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Walisongo tidak hanya mengajak bil lisan, tapi juga bil hal, tidak mementingkan formalitas, tetapi inti dari ajaran Islam.
Tidak seperti hanya kondisi saat ini di timur tengah yang menjadi kiblat islam dunia, khususnya Saudi Arabia, yang mana pada kenyataanya banyak pihak yang tidak cocok dengan Saudi Arabia. Di timur tengah, kekacau balauan, antara politik dan agama sudah campur aduk ora karu-karuan. Akhirnya terjadi di negara-negara yang penduduknya mayoritas tidak muslim timbul Islamophobia. Ketika melihat orang Islam, pada ketakutan karena takut dibunuh, takut dibom. Pokoknya yang anti Islam semakin lama semakin meningkat gara-gara umat Islam yang tidak mencerminkan keislaman yang rahmatan lil alamin, tapi justru laknatan lil alamin.
Hal inilah yang menyebabkan muktamar NU yang ke 33 bertemakan “islam nusantara”. Menurut  KH Afifuddin Muhajir, pakar ushul fiqh dan Katib Syuriah PBNU mengatakan bahwa istilah “islam nusantara” memang agak ganjil didengar lantaran islam bersifat ilahiyah. Akan tetapi harus diperhatikan bahwa islam juga teralitasidalam praktik keseharian, artinya selain ilahiyah, islam juga bersifat insaniyah (manusiawi). Selain itu beliau juga menekankan bahwa adanya pemahaman konstektual terhadap teks suci dengan mempertimbangkan adat local (urf) demi kemaslahatan yang tak hanya deri segi ukhrawi akan tetapi juga duniawi.
Selain itu bagaimana dengan seni tradisi dan budaya yang dimaksud dalam islam nusantara? seni budaya lokal yang bernafaskan Islam adalah segala macam bentuk kesenian yang berasal dan berkembang dalam masyarakat Indonesia serta telah mendapat pengaruh dari agama Islam. Islam adalah agama yang mencintai kesenian. Karena Islam bukanlah agama yang hanya mengatur hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan makhluk lain dan manusia dengan Allah swt. Jika hubungan tersebut terjalin secara komperehensif dan sehat, maka seluruh aspek kehidupan umat Islam akan teratur dan islami. Sebagaimana seni adalah perpaduan antara berbagai jenis suara, olah tubuh ataupun hal lainnya. Seni dalam Islam bukan sesuatu yang diharamkan. Karena dengan seni, kehidupan akan indah dan nyaman untuk dinikmati. Namun satu hal yang harus diketahui bersama, bahwa seni memiliki dampak yang luas bagi perkembangan jiwa umat Islam.Untuk itu diperlukan sikap hati-hati dan waspada terhadap maraknya seni yang berkembang di Indonesia.
Ada berbagai seni tradisi dan budaya yang bernafaskan islam di Indonesia ini, seperti halya Hadrah dan salawat kepada Nabi Muhammad saw. Seni suara yang diiringi dengan rebana (perkusi dari kulit hewan) sebagai alat musiknya. Sedang lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansakan Islami yaitu tentang pujian kepada Allah swt dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw. Dan kesenian debus yang difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Oleh karena itu, debus merupakn seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musuh. Selain itu kalimat-kalimat tahlil (laailaaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan tasbih (subhanallah). Biasanya diselenggarakan sebagai ucapan syukur kepada Allah SWT (tasyakuran) dan mendoakan seseorang yang telah meninggal dunia pada hari ke 1- 7, 40, 100, 1.000 dan khaul (tahunan). Tradisi ini berasal dari kebiasaan orang-orang Hindu dan Budha yaitu kenduri, selamatan dan sesaji. Dalam agama Islam tradisi ini tidak dapat dibenarkan karena mengandung kemusyrikan.Dalam tahlilan sesaji digantikan dengan berkat atau nasi dan lauk-pauk yang dibawa pulang oleh peserta.Ulama yang mengubah tradisi ini adalah Sunan Kalijaga dengan maksud agar orang yang baru masuk Islam tidak terkejut karena harus meninggalkan tradisi mereka, sehingga mereka kembali ke agamanya. Dan banyak lagi kesenian di Indonesia yang membuat bangsa di nusantara ini menjadi islam yang damai dan rahmatan lilalamin, tak ada peperangan dan kekacauan di antara belahan pihak di nusantara.
Islam Nusantara yang “ruh” nya sebenarnya sudah mulai dihembuskan oleh para pendiri NU dan bahkan jauh sebelum itu, yakni oleh para Wali Songo dan sempat tidak begitu diperhatikan mulai dihembuskan kembali oleh para Aktivis NU dan para pegiat keagamaan (Islam) lainnya. NU dengan Islam Nusantara bertekad menjadi semacam kiblat peradaban, budaya, akhlak dan moral masyarakat di Indonesia bahkan di dunia. Hal yang demikian tidaklah menjadi mustahil, mengingat Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam dan merupakan jumlah muslim terbanyak di seluruh dunia, dan mayoritas pemeluk agama Islamnya juga merupakan Warga Nahdliyin.



Silahkan kunjungi blog kami blogmubarok.blogspot.com untuk mencari beberapa artikel yang menarik, dan bagaimana fisika dan islam menjawab beberapa pertanyaan yang unik dan mengesankan...
 

No comments:

Post a Comment