Thursday, January 19, 2017

Bahan-Bahan Yang Terdapat Dalam Sabun Cuci



Berikut ini merupakan bahan-bahan yang terdapat didalam produk pencuci pakaian, sabun, pembersih kaca, deterjen pembersih piring dan sebagainya selain surfaktan.
Asam dan alkali: asam memudahkan pelepasan endapan mineral, sedangkan alkali berfungsi melawan kotoran berlemak dan berminyak. Sebagai contoh adalah asam asetat, asam sitrat dan amonia.
Agen antimikroba: berfungsi membasmi mikroorganisme penyebab penyakit. Sebagai contoh adalah minyak pinus, trikloban dan triklosan.
Agen antiredeposisi: sesudah berhasil melepas kotoran, kita ingin agar kotoran-kotoran itu tidak kembali lagi ke tempat semula. Sebagai contoh adalah karboksimetil selulosa, polietilena glikol, dan natarium silikat.
Pengelantang: menghilangkan noda dan cara memutihkan dan mencerahkan pakaian. Sebagai contoh adalah natriun hipoklorit (chlorine bleach) dan natrium perborat (color-safe bleach).
Anti sadah: mengatasi kesadahan air yang mengurangi kinerja surfaktan. Sebagai contoh adalah natrium karbonat (soda cuci) dan natrium tripolifosfat. Yang belakangan ini merupakan salah satu fosfat yang paling tidak disukai dalam deterjen. Jika fosfat masuk kedalam saluran pembuangan rumah tangga kemudian mengalir kesungai-sungai, danau-danau, mereka dapat merusak lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekologis. Fosfat dapat menyebabkan ganggang berlimpah, dan ketika air tidak dapat mendukung perluasan lebih lanjut, maka ganggang tersebut akan mati. Ganggang mati mengundang bakteri berpesta pora, disamping itu bakteri melahap oksigen yang terkandung dalam air sehingga menyebabkan ikan mati karena kekurangan oksigen. Bangkai-bangkai ikan menyebabkan pesta pora bakteri semakin semarak, dan demikian seterusnya, sehinggan perairan tercemar. Karena alasan tersebut fosfat tidak boleh lagi didalam deterjen.
Penghambat korosi: melindungi komponen-komponen logam dalam mesin cuci atau perabotan masak. Sebagai contoh adalah natrium silikat.
Enzim: bahan kimia alami yang dapat mempercepat reaksi-reaksi kimia alami. Dalam produk pencuci mereka dapat mempercepat penghancuran noda-noda tertentu misalnya getah. Sebagai contoh adalah protease dan selulase.
Agen pelembut kain: melembutkan bahan dan mengendalikan listrik statis. Sebagai contoh adalah senyawa-senyawa amonium kuaternet.
Pengharum: menyembunyikan bau-bau dari bahan lain dan menjadikan kita mengira cucian kita segar.
Pencerah optik: membuat pakaian tampak lebih cemerlang dengan mengubah cahaya kuning atau cahaya ultraungu yang tidak kelihatan menjadi cahaya kebiruan dan keputihan. Sebagai contoh adalah stilbena disulfanat.
Pengawet: melindungi produk dari oksidasi, hilangnya warna dan serangan bakteri. Sebagai contoh adalah hidroksitoluena butilat, EDTA
Pelarut: agar semua bahan dapat terlarut dalam produk berwujud cair. Sebagai contoh adalah etil alkohol dan propilena glikol.
Agen pengendali dadih (suds): mengendalikan jumlah dadih atau setidaknya mengusahakan agar tidak menjadi kerak. Sebagai contoh adalah alkanolamida dan sabun.

blogmubarok.blogspot.com

No comments:

Post a Comment